diposkan pada : 26-02-2017 10:30:43

Info dan Pemesanan Produk
 Tlpn / SMS : 0812 2505 0232 
  WA : 0857 0928 3237
 PIN BBM : D55C E111 
 
 
 
http://www.organiknusantara.com/2014/05/tingkatkan-bobot-ikan-cara-organik.html
 

 


Budidaya ikan Sidat, Lele, Patin, Nila, Mas, Gurame, Udang, Bandeng, dll

 

 
Produk NASA yang digunakan: 
Cara pakai Pupuk TON : 
TON (Pupuk Tambak OrganikNusantara)  digunakan sebagai pupuk kolam / tambak. Campurkan 2 sendok makan TON (Pupuk Tambak Organik )  dengan 10liter air kemudian siram-siramkan di air kolam untuk ukuran kolam 100m2
 
Manfaat Pupuk TON (Pupuk Tambak Organik)
Cepat menumbuhkan plankton sebagai pakan alami yang disukai ikan, menetralkan & menguraikan senyawa beracun / gas-gas beracun berbahaya, menyelaraskan ekosistem tambak / kolam, mempercepat pertumbuhan ikan, menyediakan suplai oksigen terlarut dalam air sehingga ekosistem kolam manjadi sehat, Meningkatkan kesuburan Perairan sekaligus kesehatan Ikan.

CARA PAKAI VITAMIN IKAN ( VITERNA, Poc NASA & HORMONIK )
 
  • VITERNA + hormonik+ POC NASA digunakan sebagai suplemen campuran pakan ikan. 
  • Campur jadi satu wadah, 1 botol VITERNA 500 cc + 1 botol  HORMONIK 100 cc + 1botol poc NASA 500cc. 
  • Kemudian ambil 1 tutup (10 cc) dari campuran , Tambahkan air secukupnya ( 0,5 - 1 liter ) kemudian campur dengan 2,5 Kg pakan apa saja.angin-anginkan dulu biar meresap baru di berikan ke ikan.
Untuk menghemat biaya pilih pakan yang paling murah, misalnya dedak / bekatul. Meski pakannya biasa-biasa saja namun jika dicampur suplemen Viterna + Hormon Organik kebutuhan protein & nutrisi sudah lebih dari mencukupi. Tidak perlu pilih-pilih pakan terapung segala, meski pakan tenggelam kalau nafsu makan ikan bagus pasti dilahap sampai habis. namun juga harus di perhatikan Tingkat Kesukaan ikan Terhadap Pakan Yang kita berikan. 
 
VIDIO KESAKSIAN PENGUNAAN PRODUK NASA UNTUK PERIKANAN :
 
 
 
 
Manfaat VITERNA ,POC NASA, HORMONIK.
 
  • VITERNA Plus menggunakan teknologi asam amino yang diciptakan dengan pendekatan fisiologis tubuh ikan, yaitu dengan meneliti berbagai nutrisi yang dibutuhkan ikan.
  •  POC NASA yang mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ikan, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan bobot harian ikan, meningkatkan ketahanan tubuh ikan, mengurangi kadar kolesterol daging. Sedangkan.
  • HORMONIK lebih berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh bagi ikan. Di mana formula ini akan sangat membantu meningkatkan pertumbuhan ikan secara keseluruhan.
 

*Nb : Produk Cair Baru Bisa Dikirim Minimal Berat 3kg. Dikirim Via.POS BIASA

==========================================================
 
Info dan Pemesanan Produk
 Tlpn / SMS : 0812 2505 0232 
  WA : 0857 0928 3237
 PIN BBM : D55C E111 
 atau kunjungi website kami di http://juara.nasajakarta.top/
 
***************************

Geografi
Daerah Bali terdiri dari beberapa pulau yaitu : Pulau Bali, Pulau Nusa Penida, Pulau Ceningan, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Serangan dan Pulau Menjangan dengan luas wilayah 5.636,66 km2 atau 0,29% dari luas kepulauan Indonesia. Secara administrasi Daerah Provinsi Bali, terbagi menjadi 8 Kabupaten, 1 Kota, 55 Kecamatan dan 701 Desa/Kelurahan, 1.432 Desa Pekraman dan 3.945 Banjar Adat. Provinsi Bali terletak pada posisi 8° 03′ 40″ – 8 ° 50′-48″ Lintang Selatan dan 114°-25′-53″ – 115°-42′-40″ Bujur Timur. Daratan yang secara geologi terutama terbentuk dari batuan kwarter, kuarter bawah, pliosin dan miosin.

Relief dan topografi Pulau Bali, di tengah-tengah terbentang pegunungan yang memanjang dari barat ke timur dan diantara pegunungan tersebut ada gunung berapi yaitu Gunung Batur, Gunung Agung dan gunung yang tidak berapi yatiu Gunung Merbuk, Gunung Patas dan Gunung Seraya. Adanya pegunungan tersebut menyebabkan Daerah Bali secara geografis terbagi menjadi 2 (dua) bagian yang tidak sama yaitu Bali Utara dengan dataran rendah yang sempit dan kurang landai dan Bali Selatan dengan dataran rendah yang luas dan landai.
Berdasarkan potensi dan jenis sumberdaya ikan, perairan laut daerah Bali dengan luas ± 9.634,35 km² (jarak dari garis pantai ± 12 mil) dibagi menjadi 3 (tiga) wilayah perairan laut yaitu :
Perairan Bali Utara dengan luas ± 3.850,03 km² yang meliputi perairan pantai sepanjang Kabupaten Buleleng. Potensi lestari sumberdaya ikan diperkirakan 24.606,0 ton/tahun. Jenis potensi sumber terutama terdiri dari jenis ikan bambangan, kakap, terbang, teri, layang, tongkol dan jenis-jenis ikan karang lainnya.

Perairan Bali Timur dengan luas ± 1.730,89 km² yang meliputi perairan pantai Kabupaten Karangasem, Klungkung dan Gianyar. Potensi lestari sumberdaya ikan diperkirakan sebesar 19.455,6 ton/tahun. Jenis potensi sumber terutama terdiri dari ikan tongkol, cakalang, cucut, tembang dan jenis-jenis ikan karang lainnya.
Perairan Bali Barat dengan luas ± 4.053,43 km² yang meliputi perairan laut sepanjang pantai Kabupaten Badung, Tabanan dan Jembrana. Potensi lestari sumberdaya ikan diperkirakan sebesar 97.326,0 ton/tahun. Jenis potensi sumber terutama terdiri dari ikan lemuru, layang, kembung, manyung, cucut dan jenis-jenis ikan dasar serta ikan karang.
(4)    Perairan Bali Selatan meliputi perairan Samudera Indonesia yang sangat potensial untuk pengembangan penangkapan ikan lepas pantai/Samudera dan ZEE Indonesia.

Demografi
Penduduk Provinsi Bali tahun 2007 tercatat sebanyak 3.480.300 jiwa. Kepadatan penduduk tahun 2007 mencapai rata-rata 617 orang per km². Penduduk yang bermata pencaharian sebagai nelayan sebanyak 35.990 orang atau 1,03%, sedangkan yang bermata pencaharian sebagai pembudidaya ikan sebanyak 21.910 orang atau 0,63%. Dibandingkan dengan tahun 2006 yaitu Penduduk yang bermata pencaharian sebagai nelayan sebanyak 37.501 orang atau 1,09%, sedangkan yang bermata pencaharian sebagai pembudidaya ikan sebanyak 24.606 orang atau 0,72%. Maka penduduk bermata pencaharian sebagai nelayan tahun 2007 turun 4,03% dan yang bermata pencaharian sebagai pembudidaya ikan turun 10.96%. Secara rinci jumlah penduduk Provinsi Bali menurut jenis kelamin dan Kabupaten/Kota pada tahun 2007, 

Orang Eropa yang pertama kali menemukan Bali ialah Cornelis de Houtman dari Belanda pada 1597, meskipun sebuah kapal Portugis sebelumnya pernah terdampar dekat tanjung Bukit, Jimbaran, pada 1585. Belanda lewat VOC pun mulai melaksanakan penjajahannya di tanah Bali, akan tetapi terus mendapat perlawanan sehingga sampai akhir kekuasaannya posisi mereka di Bali tidaklah sekukuh posisi mereka di Jawa atau Maluku. Bermula dari wilayah utara Bali, semenjak 1840-an kehadiran Belanda telah menjadi permanen yang awalnya dilakukan dengan mengadu-domba berbagai penguasa Bali yang saling tidak mempercayai satu sama lain. Belanda melakukan serangan besar lewat laut dan darat terhadap daerah Sanur dan disusul dengan daerah Denpasar. Pihak Bali yang kalah dalam jumlah maupun persenjataan tidak ingin mengalami malu karena menyerah, sehingga menyebabkan terjadinya perang sampai titk darah penghabisan atau perang puputan yang melibatkan seluruh rakyat baik pria maupun wanita termasuk rajanya. Diperkirakan sebanyak 4.000 orang tewas dalam peristiwa tersebut, meskipun Belanda telah memerintahkan mereka untuk menyerah. Selanjutnya, para gubernur Belanda yang memerintah hanya sedikit saja memberikan pengaruhnya di pulau ini, sehingga pengendalian lokal terhadap agama dan budaya umumnya tidak berubah.

Jepang menduduki Bali selama Perang Dunia II dan saat itu seorang perwira militer bernama I Gusti Ngurah Rai membentuk pasukan Bali 'pejuang kemerdekaan'. Menyusul menyerahnya Jepang di Pasifik pada bulan Agustus 1945, Belanda segera kembali ke Indonesia (termasuk Bali) untuk menegakkan kembali pemerintahan kolonialnya layaknya keadaan sebelum perang. Hal ini ditentang oleh pasukan perlawanan Bali yang saat itu menggunakan senjata Jepang.

Pada 20 November 1945, pecahlah pertempuran Puputan Margarana yang terjadi di desa Marga, Kabupaten Tabanan, Bali tengah. Kolonel I Gusti Ngurah Rai yang berusia 29 tahun, memimpin tentaranya dari wilayah timur Bali untuk melakukan serangan sampai mati pada pasukan Belanda yang bersenjata lengkap. Seluruh anggota batalion Bali tersebut tewas semuanya dan menjadikannya sebagai perlawanan militer Bali yang terakhir.

Pada tahun 1946 Belanda menjadikan Bali sebagai salah satu dari 13 wilayah bagian dari Negara Indonesia Timur yang baru diproklamasikan, yaitu sebagai salah satu negara saingan bagi Republik Indonesia yang diproklamasikan dan dikepalai oleh Sukarno dan Hatta. Bali kemudian juga dimasukkan ke dalam Republik Indonesia Serikat ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 29 Desember 1949. Tahun 1950, secara resmi Bali meninggalkan perserikatannya dengan Belanda dan secara hukum menjadi sebuah provinsi dari Republik Indonesia.

Letusan Gunung Agung yang terjadi pada tahun 1963, sempat mengguncangkan perekonomian rakyat dan menyebabkan banyak penduduk Bali bertransmigrasi ke berbagai wilayah lain di Indonesia.

Tahun 1965, seiring dengan gagalnya kudeta oleh G30S terhadap pemerintah nasional di Jakarta, di Bali dan banyak daerah lainnya terjadilah penumpasan terhadap anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia. Di Bali, diperkirakan lebih dari 100.000 orang terbunuh atau hilang. Meskipun demikian, kejadian-kejadian pada masa awal Orde Baru tersebut sampai dengan saat ini belum berhasil diungkapkan secara hukum.[7]

Serangan teroris telah terjadi pada 12 Oktober 2002, berupa serangan Bom Bali 2002 di kawasan pariwisata Pantai Kuta, menyebabkan sebanyak 202 orang tewas dan 209 orang lainnya cedera. Serangan Bom Bali 2005 juga terjadi tiga tahun kemudian di Kuta dan pantai Jimbaran. Kejadian-kejadian tersebut mendapat liputan internasional yang luas karena sebagian besar korbannya adalah wisatawan asing dan menyebabkan industri pariwisata Bali menghadapi tantangan berat beberapa tahun terakhir ini.

Artikel lainnya »

Artikel lainnya »